KATA MUTIARA

Tampilkan postingan dengan label Puncak Gunung Lawu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puncak Gunung Lawu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2019

no image

KIsah Ki joko Bodo di Puncak Gunung Lawu

Saat perjalananku di puncak gunung lawu begitu banyak kisah yang aku temui dai taranya yaitu sebuah kisah yang menceritakan seseorang yang tidak mampu berjalan dengan sempurna atau seseorang yang cacat kakinya ( lumpuh ) setelah mendengan kisah tersebut akupun merasa heran bercampur rasa antara percaya dan tidak ,karena dengan kondisi kaki yang cacat atau lumpuh orang tersebut mampu mendaki gunung lawu hingga sampai puncak ,

itulah bukti nyata kekuasaan Allah yang selalu memberikan pada hambanya yang senantiasa sabar narimo dalam segala keadaan,seperti kisah joko Bodo yang hanya Ngesot dari kaki hingga lereng dan akirnya pun sampai di puncak lawu,dan sesampainya di puncak lawu pun kekuasaan Allah mulai di tunjukan lagi Ki joko Bodo yang awalnya tidak mampu berjalan sesampainyan di puncak lawu joko bodo mulai bisa berdiri dan mulai mampu berjalan meski dengan kondisi kaki yang kurang normal,

kisah ini saya ambil dari pengalaman saya sendiri sewaktu aku lagi di puncak gunung lawu waktu bulan suro tahun 2002 masehi.kisah ki joko bodo ini di ceritakan oleh orang yang sudah bertahun tahun menghuni puncak lawu dan jarang turun  dari puncak lawu.dia menjalani kehidupanya hanya dengan menyendiri dan sendiri dengan berpindah pindan dari suatu tempat ke tempat lain yang masih satu kawasan di puncak lawu.waktu aku berada di puncak gunung lawu saat itu aku masih sempat bertemu dengan Ki Joko Bodo dan berbincang-bincan sedikit dnegan beliau,

setelah beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar dari temanku bahwa ki joko bodo sudah meninggal di Alas ketoggo daerah ngawi,ternyata ki joko bodo telah turun gunung yang semula berada di gunung lawu berpindah ke alas ketonggo dan mengakiri hidupnya di alas ketonggo ngawi .mungkin sampai di sini kisah ki joko bodo di puncak gunung lawu dan semoga beliau di terima di sisi Gusti Allah dan di ampuni segala dosa-dosanya di semasa hidupnya di dunia.aminn.

Selasa, 10 Juli 2012

Cerita Hot Malam Pertama

Cerita Hot Malam Pertama

Cerita Hot Malam Pertama bila berbicara mengenai malam pertama saya juga punya Cerita Serupa Yaitu Cerita Hot Malam pertama yang tidak pernah bisa aku lupakan bingga saat ini dan mungkin sampai nanti ,Betapa hotnya waktu itu suhu udara dan suasana yang sangat mendukung sekali aku pun terhanyut dan terbuai pada sebuah kenikmatan Malam Pertama waktu itu.

Ini adalah certa hot malam pertama yang kebetulan pertama kali juga saya tulis di sini karena saya rasa andapun bisa menikmati pula bagaimana indahnya padasaat itu di malam pertama, Oke lansung aje ke cerita yang saya maksudkan yaitu Cerita Hot Malam Pertama saya ingatkan jangan langsung memiliki pemikiran yang negatif terlebih dahulu mengenai cerita malam pertama ini saekali lagi jangan selalu berprasangka buruk terlebih dahulu bila anda belum membaca apa yang menjadi isi topik ini ,,apakah anda sudah siap dan mengerti okelah kalau begitu akan saya lanjudkan kembali untuk bercerita mengenai Malam Pertama saya waktu itu..

Di keheningan malam aku coba untuk menyusuri sebuah perbukitan yang gelap gulita tanpa adanya sepercik sinar cahaya,di tempat itulah aku mulai merayap dan meraba-raba semak belukar yang rimbun dan tampak menyeramkan,aku terus berjalan dan berusaha untuk apa yang aku niatkan sebelumya bisa terwujud,dengan semagat juang empat lima aku terus semangat dan semangat untuk meraih satu titik yang menjadi keinginan saya yaitu puncak kepuasan diri karena malam itu aku telah sampai di puncak gunung lawu tepatnya Hargo Dumilah.terima kasih,,

Demikianlah kiranya Cerita Hot malam pertama saya waktu di puncak gunung Lawu kenapa saya bilang Cerita Hot Malam Pertama yaaa karena Hot aja ehhehehe,,

Khusus Dewsa 18+ Klik disini
atau klik Agen bola

Kamis, 08 Maret 2012

no image

Kisah misteri di puncak Gunung Lawu

Di manapun kita berada di manapun kita tinggal dan dimanapun kita menumpang biarpun hanya sekedar lewat yang paling utama adalah memohon ijin kepada yang berwenang atau ijin kepada yang berhak di tempat tersebut,seperti kisah misteri yang ada di gunung lawu sangat banyak sekali pantangan yang harus kita patuhi di saat kita berada di  gunung lawu antara lain kita tidak boleh berbicara sembarangan ,

saya rasa ini sudah menjadi hal yang wajib tidak hanya di puncak gunung lawu saja tetapi di tempat lainpun saya rasa memang harus seperti itu,dan pantangan yang lainya yaitu ada beberapa daerang yang di pantang untuk menaiki gunung lawu yaitu daerah cepu blora itu yang saya tahu mungkin masih ada daerah lain yang menjadi pantangan gunung lawu .saya akui begitu banyak sekali misteri yang masih tersimpan di puncak gunung lawu apalagi menjelang bulan suro sangat banyak sekali yang berkunjung ke gnung lawu untuk melakukan ritual masing-masing dan hingga berhari-hari bahkan ada yang sampai berbulan-bulan hingga tahunan ,masih tinggal di puncak gunung lawu.itulah yang saya tahu mengenai kisah misteri gunung lawu yang hingga kini masih di percaya bagi orang yang sering mengunjungi puncakk gunung lawu

Senin, 05 Maret 2012

no image

Perjalanan dan kisah kehidupan

Kehidupan yang sedang kita jalali janganlah merasa terbebani dengan keadaan hidup yang saat ini kita alami,jangan pernah mengeluh dan merasa lelah untuk menjalani hidup ini meskipun masih dalam keadaan selalu kekurangan ,ingatdan selalu ingatlah semua kehidupan ini sudah menjadi kehendak ilahi yang tidak dapat kita pungkiri kenyataan hidup ini,kapan kehidupan ini datang dan pergi tidak pernah kita ketahui semua menjadi rahasia yang tidak pernah kethui karena kehidupan ini adalah sebuah rahasia ilahi ,kita hanya mampu menjalani dan berdoa selebihnya berusaha untuk menjadi yang lebih baik perjalanan dan kisah kehidupan masih terus berjalan jangan pernah sia-siakan dan pergunakan untuk kebaikan antar sesama dan jangan saling menjatuhkan  SAK BEJOBEJANE MANUNGSO ISEH BEJO MANUNGSO SING ELING LAN WASPODO

Kamis, 01 Maret 2012

Perjalanan hari ke 3 (tiga) di puncak Lawu Pasar Dieng dan sendang Satrio

Perjalanan hari ke 3 (tiga) di puncak Lawu Pasar Dieng dan sendang Satrio

HArgo Pusro
Perjalanan kali ini Di awali dengan doa bersama untuk di beri keselamatan di dalam perjalanan. di hari yang ke 3(tiga) puncak lawu  kali ini,,sebagai tempat pertama kali yang kami kunjungi yaitu Pasar Dieng di mana menurut cerita di tempat tersebut bukanlah selayaknya pasar biasa yang ada di dunia nyata melainkan sebuah basar yang berada di dunia lain atau dunia Gaib.yang terdengar hanya suara keramaian seperti orang yang bertrabsaksi di sebuah pasar dan suara tersebut muncul di kala malam hari namun tidak semua orang bisa melihat dan mendengan suara tersebut hanya orang -orang tertentu saja yang mampu menyaksikan .

selesainya aku mengunjungi Pasar Dieng kami pun melanjudkan perjalanan menuju Kapanditan di tempat tersebut konon menurut cerita tempatnya Limbuk sosok yang di ceritakan dalam pewayangan Limbuk sangat gemar sekali melantunkan suwara-swara merdu dalam sebuah tembang atau dalam istilah Jawa seneng Tetembangan untuk menghibur para ndoronya atau atasanya,,.

selesai di Kapanditan kami pun segera bergegas melanjudkan perjalanan menuju Kayangan
Dan meninggalkan Kapanditan ,sesampainya kami di sebuah tempat yang ada sebuah rumah kecil atau cungkup,dan di dalam cungkup tersebut  ada sebuah semacam gundukan tanah entah itu sebuah kuburan atau bukan kalau menurut cerita di situ tempat tinggalnya kyai Bradanaya atau Semar,di tempat tersebutpun kami melakukan sedikit ritual dan memanjadkan doa masing-masing setelah selesai kami melanjudkan perjalanan kembali menuju Argo Pusro yang terletak di sebelah kana Argo dalem

setelah selesai di HArgo Pusro kami melanjudkan perjalanan untuk menuju HArgo Tiling di Mana tempat tersebutlah yang banyak sekali di tumbuhi Bunga Eldeways di mana bunga tersebut banyak yang menyebutnya bunga abadi karena bunga tersebut tidak pernah rontok meski di simpan sampai kapanpun,stelah selesai kami mengunjungi HArgo Tiling dan memetik sedikit bunga keabadian kami pun melanjudkan perjalanan kembali meninggalkan Argo Tiling untuk menuju sebuah sendang yang berada tidak jauh dari argo Tiling di mana Sendang tersebut bernama Sendang Satrio
sendang Satrio

di sendang Satrio kami pun mandi dengan beberapa siraman yang di lakukan oleh teman saya yang mana telah mengerti dan memahami tempat tersebut pengalaman yang tidak bisa aku lupa disaat merasakan tetesan pertama air yang di ambil dari sendang macam  satu tetesan bagaikan di hantam satu kilo batu dan aku pun hampir-hampir pingasan dan sesak nafas entah kenapa aku sendiri merasa heran suhu air yang begitu dingin serasa tembus ke dalam ronga-ronga kepala dan tembus ke otak sampai ke jantungsetelah selesai aku di siram sebanyak sembilan kali kami pun segera bergegas dari sendang Satrio dan kembali ke penginapan atau bedeng yang terletak di Argo Dalem karena waktu itu sudah sore dan kami perlu istirahat.
no image

perjalanan Hari ke 4 (empat) Puncak lawu Sendang Derajad Lawu

Di hari yang ke 4 ini adalah Hari yang terakir perjalanan kami di Puncak Gunung Lawu ,kala itu suasana masih pagi dan kami pun membahas mengenai perbekalan kami yang sudah habis karena kami tidak terlalu maembawa terlalu banyak perbekalan kami hanya membawa 20 dua puluh Bungkus mie Instan yang mana telah habis untuk mengisi perut kami ber empar (4) kamipun saling bertanya siapa yang masih memiliki perbekalan yang berupa uang atau makanan ternyata kami pun sama-sama kosong dan tanpa banyak basa-basi lagi berhubung harin sudah miulai siang kamipun segera membereskan semua peralatan yang akan kami bawa pulang,sebelum meninggalkan Argo dalem kamipun menuju pesangrahan yang ada di Argo dalem kami meminta ijin untuk pamitan pulang meski hanya dengan ucapan yang terlantun di benak atau batin kita kita datang baik-baik dan pulangpun kami harus berusaha pamitan dengan baik,setelah selesai kami di pesangrahan HArgo dalem kamipun beranjak kaki menuju Sendang Drajad

sesampainya di sendang Drajad kami pun tidak lupa untuk mandi beberapa siraman dan mengambil Air yang ada di sendang Drajat untuk di bawa pulang dan sebagian untuk bekal minum di perjalanan kami pulang di perjalanan sambil mencari kayu untuk sebuah tongkat yaitu kayu Towo,setapak demi setapak kami mulai turun dari perbukitan yang ada di Gunung Lawu hingga Saatnya kamipun sampai di anak tangga yang terakir yang ada di lereng gunung Lawu yaitu kami sampai di Cemoro Sewu ,

karena saking Capeknya kami pun istirahat sambil menunggu mobil yang bisa kami tumpangi untuk sampai di sarangan tetapi kami menemukan mobil yang membawa kami sampai plaosan dan kami pun sedikit tertolong karena tidak terlalu jauh kami berjalan kaki menuju rumah,Kala itu kami sampai rumah sudah sore dan akupun lansung istirahat sampai-sampi aku tertidur hingga larut malam ,,

ternyata keanehan datang kembali menghiasi tidurku di mana aku bermimpi bertemu dengan sang Juru Kunci yang ada di gunung lawu yang bernama Joko bodo tapi joko bodo yang ada di puncak lawu bukan Ki joko bodo yang menjadi paranormal yang telah kondang tersebut melainkan Joko bodo sang juru kunci di Puncak Lawu waktu itu .dalam mimpiku ki joko bodo berkata dengan ketus kepada saya menerangkan secara gamblang bahwa YA ITULAH JODOH KAMU ,kata- tersebut hingga kini masih terniang di benak saya dan ternyata menjadi kenyataan apa yang  ( Joko Bodo ) bilang kepada saya karena aku sekarang sudah menikah dengan gadis yang ada dalam mimpi waktu aku di Puncak Gunung Lawu seperti yang sudah saya tulis di Mimpiku di Puncak Gunung Lawu postingan sebelumnya ,mengenai cerita Joko bodo sekarang beliau sudah meninggal tetapi beliau meningal bukan di puncak gunung lawu melainkan Di Alas ketonggo yang terletak di Daerah Ngawi.
Mimpiku di puncak Gunung Lawu (Hargo Dalem)

Mimpiku di puncak Gunung Lawu (Hargo Dalem)

1 ( suro ) 2002 ,saat perjalanan menuju Puncak Gunung Lawu  aku awali dengan niat dan doa yang tulus dalam hati demi tercapainya tujuan dalam hidup yang akan aku jalani .Sebelum aku melakukan perjalan aku sudah meminta restu pada sang ibu dan ayahku yang waktu itu beliau masih hidup di dunia dan beliau wafat pada bulan desember  tahun 2004 ,

dengan langkah yang pasti aku mulai merangkak dan bersama  beberapa temanku di antaranya Mr .sagi,karno (penthil) dan pur.perjalanan yang aku tempuh dengan berjalan kaki hingga sampai di kaki lereng gunung lawu aku ,dan teman-temanku mulai meminta ijin di gerbang utama cemoro kandang ,aku bersama temanku mulai menyisiri jalanan setapak yang menuju puncak lawu di tengah perjalanan aku di sambut se’ekor burung yang selalu mengikuti aku dan teman-temanku seolah-olah burung tersebut memberi petunjuk atau memberi  jalan untuk menuju puncak gunung lawu sebelum sesampainya aku di puncak gunung lawu aku bersama teman-temanku mampir ke sebuah sendang yang pertama kali untuk di kunjungi sebelum sampai di puncak gunung lawu yaitu Sendang Panghuripan,
Sendang Panghuripan

selesai membasuh muka dan telapak kaki dan tangan aku lanjudkan kembali perjalanan menuju puncak lawu hingga sampai ke tempat peristirahatan yang ke dua (2) di sebuah hamparan padang berumput yang luas sebuah tempat yang nikmat dan indah konon katanya di tempat tersebut dilarang tertidur di tempat tersebut biarpu tempatnya terasasangat nyaman,tempat tersebut dinamakan cokro Sengege.

seusainya kami istirahat di cokro sengege kami pun melanjudkan perjalanan dan akirnya pun aku sampai di tempat yang mana tempat tersebut adalah tempat nomer satu yang menjadi tujuann utama para pendaki Gunung lawu yaitu Argo Dalem,dimana tempat tersebut menurut sejarah di tempat tersebut adalah petilasan Raja Brawijaya,setelah kami melakukan seikit ritual di petilasan tersebut  kami pun segera mencari tempat untuk istirahat tidak jauh dari tempat tersebut ada beberapa bedeng atau rumah yang beratap dari seng yang sengaja di sediakakn untuk para pengunjung yang menginap di puncak gunung lawu dan kami pun bermalam di tempat tersebut sambil menyiapkan makanan perbekalan yang kami bawa ( mi instan dan kopi )

sampai satnya tengah malam tiba kami mengunjungi kembali ke tempat petilasan Raja brawijaya (HArgo Dalem)
HArgo Dalem
untuk melakukan sedikit ritual setelah itu kami kembali ke bedeng dan membaringkan badan sampai saya pun tertidur hingga pulas sekali ,ternyata di dalam tidurku pun di sambut dengan bunga tidur yang sangat berkesan hingga kini ,isi dari bungga tidur ( mimpi) tersebut aku telah di beri gambaran mengenai perjodohanku dengan gadis atau wanita yang akan saya persunting sebagai istri,karena pada saat itu aku masih lajang atau belum menikah  di dalam mimpiku aku bertemu dengan dua orang Gadis yang dua-duanya sangat cantik sekali yang satu sangat jelas sekali karena gadis tersebut adalah kekasih hatiku pada saat itu dan sekarang menjadi istriku  ( indri herisraya ) tetapi dalam mimpiku tersebut keduanya menjadi istriku,yang sekarang menjadi kenyataan adalah istriku yaitu indri herisraya ,tetapi gadis yang satu lagi aku belum pernah menemui atau berjumpa dengan gadis yang mukanya hingga kini masih teringat jelas meski hanya dalam mimpi,mungkin itu hanya dalam mimpi ,tetapi gadis yang dalam mimpi tersebut salah satunya menjadi kenyataan.
no image

Perjalanan hari ke 2(dua) telaga kuning dan sendang inten

Tidak terasa tidur dan mimpiku terbawa hingga sampai pagi menjelang dan aku pun mulai bangkit dari tempat tidurku dan beranjak keluar dari bedeng untuk menikmati  sang surya yang mulai menunjukan sinarnya yang masih marah kekuning-kuningan di ukup timur.aku bersama teman-temanku mulai mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah di puncak Gunung Lawu,tempat yang pertama kami kunjungi yaitu Argo dumilah dimana tempat tersebut adalah puncak tertinggi di Gunung Lawu dan menjadi perbatasan antara Jawa Timur Dan Jawa tengah di tandai sebuah prasasti yang berupa tugu untuk di jadikan tanda puncak gunung lawu yaitu Argo dumilah,beberapa saat kami menikmati suasana di ujung tertinggi gunung lawu kamipun melanjutkan ke arah barat dan menyusuri jalanan yang agak menurun menuju ke sebuah telaga yang berada di puncak gunung lawu yaitu Telaga kuning di tempat tersebut kami menuju dua buah sumur dan kamipun mandi di sumur tersebut,selesainya kami mandi kemudian kami melanjudkan perjalanan menuju tempat lainya yaitu sendang inten di tempat tersebut semacam sebuah Gua yang sangat bsar dan dari langit-langit atap gua tersebut meneteskan banyak sekali air dan konon katanya siapa yang bisa menangkap tetesan air tersebut langsung mengunakan mulut kita sampai beberapa kali katanya setiap perkataan kita selalu di percayai orang tentunya bila di sikapi dengan perkataan yang positip .setlah selesai kami mengunjungi sendang inten kami pun beranjak keluar dan kembali nke Argo dalem untuk istirahat .